Sudah lama sektor pertanian menjadi perhatian, baik dalam wacana pembangunan ekonomi nasional maupun dalam janji-janji politik. Namun, realitanya, sebagian besar petani Indonesia masih terjebak pada kondisi yang stagnan: penghasilan rendah, keterbatasan lahan, fluktuasi harga, dan akses pasar yang terbatas.

Salah satu solusi strategis yang dapat membawa lompatan berarti adalah dengan mendorong industrialisasi pertanian melalui penguatan sektor industri agro. Industri agro adalah kegiatan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi produk olahan bernilai tambah—baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor

Ketika bicara rantai pasok konsentrasi kepada pasokan dimana di salah satu titik saja dari seluruh rantai pasok ada sumbatan hambatan maka pasokan bisa tidak lancar sampai ke konsumen. Maka pada rantai nilai, value chain, nilai suatu produk tidak mungkin optimal. Jika ada dialah satu titik penanganan tidak dikerjakan. dengan benar, yaitu harus benar mengerjakannya from farm to fork. Atau dari ladang sampai meja konsumen 

Indonesia kaya akan kuliner daging dengan citarasa unik dari berbagai daerah. Namun, sayangnya produk olahan daging modern kita masih didominasi oleh produk impor seperti sosis, burger, dan nugget. Sementara rendang, dendeng, rawon, sei, dan produk khas lainnya belum berkembang optimal di pasar massal. Padahal, Indonesia memiliki resep dan tradisi kuliner yang tak tertandingi serta sejarah panjang dalam industri pangan.